ulangtahun adalah hal rutin. hadiah yang diterima juga adalah biasa. tetapi mengapa ucapan ulang tahun itu terasa indah ? inilah pertanyaan menarik yang menggelitik pikiranku saat ini…, dan pikiran itu pula yang kemudian disampaikan kepada setiap orang yang mengucapkannya kepadaku saat itu. pernyataan ini diucapkan di kelas ruang dapat Pimpinan Madrasah, kelas X-3, dan juga pengurus OSIS MAN periode 2009-2010. ketiga kelompok inilah yang kemudian menghembuskan isu ini, hingga kemudian menjadi sebuah cerita baru di madrasah tersebut.

kejadian ini terjadi pada hari kemarin, ya, ketika langkahku masuk pada finish 38 meter dari perjalanan awal.

secara pribadi, tidak pernah ada niat untuk “merayakan” atau sekedar mengingat-ngingat hari kelahiran. kampungku nan jauh dimato…(itu kata orang Melayu), tak mengenal tradisi itu, begitu pula dengan keyakinanku yang diterima selama ini. hari kelahiran bukanlah sesuatu hal yang istimewa. dalam tradisi kampungku, hari kematian yang mungkin masih tepat untuk diingat-ingat. karena dalam hari kematian itu, ada tradisi tahlilan, matangpuluh, ngatus, ngewu dan lain sebagainya. semua hal itu adalah tradisi peringatan hari kematian seseorang.

ada lima pelajaran penting yang kurasakan waktu itu. Pertama, ternyata kebahagian yang kurasakan saat itu, bukanlah hadiah, tapi justru ucapannya itu sendiri. ucapan yang dilantunkan dari bibir-bibir sahabat, adalah sebuah pengakuan tulus yang membuatku meriding, hingga bathinku berujar “waduh, sahabatku, rekanku, anak-anaku, dan istriku…masih memperhatikanku…” inilah perasaan haru, meriding, dan membuatku harus tertegun sejenak.

kedua, secara pribadi saya merasa bahagia, karena orang lain ternyata dengan penuh bahagia mengucapkan hal tersebut. dari gambaran itu, saya berkesimpulan bahwa kebahagiaan itu adalah kemampuan kita memberikan sesuatu kepada orang yang layak bahagia. kebahagiana itu, bukan apa yang kita dapatkan atau kita miliki, namun dari kemampuan kita memberikan apa yang dimiliki.

ketiga, hari ulangtahun adalah sebuah penyadaran atau pengakuan. kita semua ngaku, bahwa diri kita telah menempuh sebuah perjalanan, dan kini sedang ada di tengah perjalanan. peringatan ulang tahun adalah pengingat terhadap proses perjalanan kita.

keempat, reaksi spontan dan ucapan tulus benar-benar jauh lebih bermakna dari pada sesuatu yang direkayasa. kejadian yang mengejutkan itu, adalah sebuah misteri kenikmatan yang luar biasa. tak menyangka sahabat kita akan ucapkan ultah. tak menyangka anak-anakku di kelas akan ucapkan ultah. tak menyangka rekan seprofesi pun ucapkan hal yang sama. kejutan adalah sebuah misteri kenikmatan yang dahsyat bagi manusia.

kelima, ucapan ini kian menyadarkan kita, bahwa kita tidak hidup sendirian, dan tidak boleh sendiri. menyendiri dan menyepi adalah tindakan yang melawan hukum hidup. ucapan ultah adalah bukti nyata bahwa sesepi apapun yang kita rasakan, teernyata ada orang lain yang tetap memperhatikan kita, dan menyayangi kita semua.

akhirnya, saya ucapan terima kasih kepada semua pihak, yang telah menyadarkan perjalananku ini….

Advertisements