Jika kita seorang laki-laki, akan merasa gemes, terpesona, dan berdecak kagum bila melihat kulit seorang gadis yang bersih, mulus, dan putih agak kemerahan. Rasa-rasanya dan bila dibolehkan, ingin sekali untuk menyentuhnya. Warna agak kemerahan yang muncul di wajahnya, bukan karena sakit atau lagi alergi, namun karena respon emosi si gadis yang sensitive, sehingga mampu dengan mudah merubah wajah ayu gadis tersebut. Kulit indah adalah sebuah impian para gadis remaja.

 


Kekaguman ini akan terus berlanjut, bila kemudian kita melihat kulit wajah atau kulit tubuh adik bayi kita. Lembut, halus, dan mulus sangat mudah dirasakan oleh jemari kita manakala kita menyentuh kulita adik bayi. Kekaguman inilah, yang kemudian kerap menjadi impian pula bagi para remaja, baik gadis maupun jejaka untuk mendapatkan kulit yang halus, mulus dan bersih.

Cerita ini hanya sepenggal atau sebagian dari pengalaman kita dalam mengartikan kondisi tubuh. Sebagai sebuah perbandingan, kadang kita menyebutnya ada kulit yang tua, kulit seorang gadis dan atau kulit seorang bayi. Ketika seorang gadis berulang tahun yang ke-17 misalnya, dia akan merasa bahagia. Namun, ketika tak sengaja dia bercermin dan melihat raut wajahnya, dia akan merasa gelisah bila kemudian kulitnya tampak menunjukkan tanda-tanda keriput. Ah….aku sudah tua… keluhnya.

Kisah ini mungkin sering kita temukan. dan cerita ini pula, sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Kekaguman, kekagetan, dan kegelisahan sebagaimana yang ditunjukkan dalam paparan di atas, tiada lain adalah terkaiat dengan masalah umur. Ulang tahun dikaitkan dengan usia. Kondisi kulit dikaitkan dengan usia. Bahkan karir dan pendidikan pun, tak jarang berkait kelit dengan masalah umur. Mengapa manusia begitu peduli terhadap umur ? dan apa yang dimaksud dengan umur hidup tersebut ?

Umur astronomis

Pertama ada yang disebut dengan umur astronomis atau umur kalender. Cara menghitung umur ini sangat mudah dan telah menjadi pengetahuan umum masyarakat. seseorang yang lahir tahun 1971, akan dengan mudah ditebak umurnya bila saat ini adalah tahun 2008. Orang tersebut sudah berumur 37 tahun. Begitu pula dengan yang lainnya.

Umut astronomis adalah umur manusia yang dilihat dari perjalanan hidupnya seiring selaras dengan jumlah putaran bumi mengelilingi matahari. Semakin lama dia mengikuti putaran bumi mengelilingi matahari, maka umurnya dikatakan semakin tinggi. Seorang bayi adalah peserta baru dalam gerak edar bumi mengeliling matahari.

Ada perbedaan nyata antara umat Islam dan non-muslim dalam penghitungan umur astronomis. Bagi pengguna jam matahari (masehi), hitungan jam (umur) mulai dari pukul 00.00 sampai pukul 00.00 dihari berikutnya. Sehingga anak yang lahir pukul 08.00 WIB memiliki umur yang sama dengan mereka yang lahir pukul 23.00. Hal ini disebabkan karena kedua anak tersebut masih terhitung lahir pada hari yang sama. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan penghitungan jam bulan (qomariah/hijriah), maka orang yang pertama memiliki umur lebih tua satu hari dibandingkan dengan orang kedua. Karena batas hari astronomis dalam bilangan hijriah adalah terbit dan terbenamnya matahari.

Umur Biologis

Kedua ada yang disebut dengan umur biologis. Cara penghitungannya tidak disandarkan pada gerak astronomis. Penentuan umur biologis ditekankan pada usia sel yang dimiliki seseorang. Umur biologis ini tidak selamanya selaras atau seimbang dengan umur astronomis. Kadang umur biologis bisa lebih tua dari umur astronomis dan kadang pula sebaliknya.

Gadis yang merasa was-was setelah bercermin itu, adalah contoh nyata dari orang yang mengalami kekagetan budaya terkait dengan adanya kesenjangan antara umur astronomis dengan umur biologis. Secara refleks dirinya memberikan penilaian bahwa umur biologis sangat tidak relevan dengan umur astronomisnya yang baru 17 tahun. Kulit yang sudah menunjukkan tanda-tanda keriput adalah indikasi kulit tua. Bahkan dengan kondisi itu pula, orang lain akan menyangka dirinya sudah memiliki usia di atas 17 tahun.

Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita menemukan orang yang usia muda berparas tua, atau usia tua berparas muda. Kejadian itu merupakan contoh lain, adanya kesenjangan antara umur biologis dan umur astronomis.

Variasi gaya hidup dan asupan nutrisi akan memberikan pengaruh pada perkembangan usia biologis. Perawatan yang intensif dan teratur terhadap tubuh, memberikan dampak yang positif untuk tetap menjaga usia biologisnya. Sedangkan, gaya hidup yang tak karuan, dan mengkonsumsi sembarang makanan, dapat menyebabkan umur biologis cepat tua.

Umur biologis yang muda yaitu umur sel yang muda. Sel pada dasarnya memiliki usianya sendiri. Dengan nutrisi yang baik, maka usia sel akan bertahan cukup lama. Sedanhgkan bila kita jarang minum, gizi pun buruk serta sering bersentuhan langsung dengan matahari atau sumber panas yang lainnya, maka sel kulit akan cepat tua. Kendati kita masih muda usia astronomis, namun sel kulit kita akan cepat tua.

Terlalu cape kerja, lelah dan tidak memiliki jam istirahat yang teratur, dapat menyebabkan sel kulit cepat tua. Wajah kusam dan kering adalah indikasi awal, sel kulit kian menua (ageing). Bila sel kulit menua, maka keriput akan mudah tampak, dan tampilan kita akan tampak lebih tua dari usia astronomis.

Umur Psikologis

Umur manusia pun dapat dilihat dari kondisi psikologis. Secara normal, para psikologi berpendapat bahwa seiring kematangan dan pertambahan umur, karakter psikologi seseorang akan terus berkembang. Teori ini banyak buktinya. Namun dibalik itu, ada juga kasus yang menunjukkan bahwa umur astronomis tidak selaras dengan umur psikologis.

Umur astronimis tua, kulit sudah keriput, tetapi sifat atau karakter kekanak-kanakan. Atau sebaliknya, umur astronomis masih kanak-kanak, wajah masih lugu, namun sifat dewasa. Kedua contoh itu merupakan indikasi (ciri) ada perbedaan antara umur astronomis, umur biologis dan umur psikologis. Perbedaan pribadi dan atau perkemangan psikologi anak ini, disebabkan oleh adanya perbedaan pola asuh (pendidikan).

Hingga saat ini masih terdengar persepsi keliru, sehingga muncul saran untuk tidak sering-sering menggendong bayi. Khawatir nanti bau tangan dan bayi menjadi manja. Hal ini tidak benar. Justru banyak penelitian mengungkapkan, bayi yang segera mendapat perhatian sesaat setelah menangis, entah dengan ditimang maupun didekati, kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara emosional. Ia pun nantinya menjadi orang mandiri serta lebih percaya diri. Sebaliknya, bayi-bayi yang tidak mendapat perhatian dan dibiarkan menangis terlalu lama, saat dewasa akan menjadi pribadi yang kurang mandiri, peragu, atau tidak mempunyai kepercayaan diri yang kuat.

Perbedaan pola pengasuhan atau respon orangtua terhadap perilaku bayi, menyebabkan perkembangan psikologi anak yang berbeda. Kelak kemudian hari, jangan heran bila ada anak remaja yang manja, atau anak kecil yang sudah bisa hidup mandiri. Secara psikologis, manja adalah ciri anak-anak dan hidup mandiri adalah ciri orang dewasa. Namun bila kedua sifat itu muncul pada usia yang tidak sejalan dengan usia astronomisnya, maka dapat dikatakan bahwa umur psikologisnya berkembang tidak seimbang dengan umur astronomis.

Jangan kaget bila kemudian, ada fenomena :

Orang tua bergaya remaja, anak remaja sok dewasa.

Orang tua kekanak-kanakan, kanak-kanak sok dewasa.

Fenomena itu menunjukkan ciri bahwa ada yang disebut umur psikologis. Bagi kita, hendaknya mampu menunjukkan gaya hidup yang selaras dengan perkembangan usia astronomis, dan kemudian menunjukkan pribadi yang dewasa (matang,maturity). Karena dengan kematangan psikologis itulah, komunikasi dan pola hidup kita akan lebih bermakna.

Umur Teologis

Berbeda dengan ke-tiga pandangan tersebut, para ahli agama menyebutnya bahwa kelahiran adalah masa bermulanya jatah hidup. Semakin lama mengikuti rotasi bumi, maka semakin sedikit jatah hidup. Semakin tua adalah semakin berkurangnya jatah hidup. Dengan kata lain, umur teologis itu bukan maju, melainkan mundur. Umur teologis adalah umur yang bersifat descensif, berkurang dan terus berkurang.

Untuk rata-rata bangsa Indonesia, berdasarkan data statistik, tidak lebih dari angka 67 tahun. Hal ini merupakan data angka mengenai jatah hidup seorang manusia berkebangsaan Indonesia. Ketika lahir, anak manusia itu memiliki usia 67 tahun. Namun seiring sejalan dengan perjalanan waktu, usianya terus berkurang dan berkurang, hingga mencapai titik 0 tahun. Itulah kematian. Berdasarkan cara penghitungan ini, umur astronomis akan mengatakan bahwa seseorang mati pada usia 67 tahun. Sedangkan berdasarkan umur teologis, manusia meninggal pada usia yang sama, yaitu pada 0 tahun.

Penutup

Selain empat hal tersebut, ada satu lagi yang perlu dimiliki oleh manusia saat ini. Yaitu umur sosiologis. Umur sosiologis adalah umur manusia yang ditentukan oleh kualitas dan kemampuan interaksi. Semakin matang dan mandiri dalam komunikasi, maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Begitu pula sebaliknya, anak kecil dan orangtua adalah mereka yang tidak memiiki kematangan dalam berkomunikasi dan berinteraksi.

Secara sosial, orang yang dianggap dewasa adalah orang yang sudah bisa diberi tanggungjawab. Kendati umur astronomisnya sudah tua, namun bila tidak mampu menunjukkan sikap tanggungjawab dan atau amanah terhadap tugas-tugas sosial, maka orang tersebut tidak akan dianggap sebagai orang dewasa.

Orang dewasa secara sosial adalah mereka yang sudah bisa, mau, dan mampu menjalankan fungsi-fungsi sosial. Seorang anak perempuan akan tidak diizinkan menikah oleh orangtuanya, manakala tidak menunjukkan sikap dewasa. Kendati umur masih muda, bila dianggap telah bisa memangku jabatan sosial, maka anak gadis itu akan diizinkannya untuk menikah. Begitu pula sebaliknya, bila ada seorang gadis berusia 35 tahunan, namun bila belum mampu menunjukkan sikap yang dewasa, dan tidak mampu menunaikan tugas-tugas sosial, maka dia akan tetap dianggap sebagai anak-anak.

Uraian ini ingin mengajak kepada kita semua, untuk senantiasa cerdas dalam memahami atau mengartikan usia hidup. Jangan sombong dengan usia astronomis yang muda, sebab bila gaya hidup kita buruk, maka usia biologis tua akan mengancam kematian kita. Begitu pula sebaliknya, jangan minder dengan usia astronomis yang tua, sebab bila gaya hidup kita sehat, maka sel tubuh kita akan memberikan dorongan untuk terus bisa bertahan hidup.

Banyak hal yang bisa dilakukan manusia. Untuk menghindari umur tua biologis, manusia modern melakukan teknik operasi plastik. Teknologi modern ini, merupakann satu upaya untuk kembali memudakan umur biologisnya. Namun, mereka pun tidak sadar bahwa merekayasa umur biologis, tidak akan mengubah umur psikologis dan teologis serta astronomis.

Renungkanlah……….

Kakek kita, meninggal karena di makan usia astronomis…….

Karena umur biologis itulah, seorang bayi busung lapar harus mengalami penderitaan dan kemudian meninggal dunia..

Menyendiri dan terasing adalah indikasi adanya kematian pada umur sosiologis….

Putus asa adalah kematian psikologis, bunuh diri adalah media menjemput kematiannya……..

Kematian itu sendiri, adalah tanda akhir dari umur teologis

-o0o-

Advertisements