Speechwriter profesional

Dari sebuah pengalaman, lahirlah buku Menjadi Speechwriter Profesional, diterbitkan oleh Nuansa Cendikia-Bandung pada tahun 2006.



Pada mulanya, buku ini hanya berorientasi pada usaha pendokumentasian cara kerja, dan bagaimana cara menyusun sebuah sambutan untuk seorang pejabat. Namun atas dorongan berbagai pihak, untuk menuliskan dalam sebuah karya yang serius, maka buku lahir dalam bentuk seperti saat ini.

Pertengahan 2004, ada sebuah seminar di Universitas Pendidikan Indonesia. Penyelenggara kegiatan itu adalah Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Pascasarjana UPI. Menghadirkan pakar-pakar pendidikan, baik dari dalam maupun luar UPI. Saya sendiri, berposisi sebagai seorang peserta dengan mengatasnamakan LSM. Singkat cerita, dalam forum ada ruang diskusi mengenai penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Tidak ada yang aneh. Sikap yang saya lakukan pada waktu itupun, hanya mengkritisi pemaparan program, baik yang dilakukan oleh seorang guru besar maupun birokrat pendidikan. Sikap ini, perasaan sebagai satu sikap yang biasa. Namun, apa yang terjadi ?

Selepas seminar itu, saya dihampiri oleh seorang pejabat pendidikan di lingkungan Jawa Barat, untuk kemudian diajak untuk berdiskusi mengenai pendidikan di Jawa Barat. Saya pun menyanggupinya.

Pertemuan ini terjadi beberapa kali di Bapeda Provinsi Jawa Barat. Dalam waktu tiga mingguan saya mengikuti kegiatan di lingkungan Bapeda, kemudian di beri amanat untuk membantu rekan-rekannya yang ada di ruang Konseptor. Maka ruang diskusi pun kadang pindah-pindah, kadang di Bapeda dan kadang di Komite Perencana Ruang Konseptor Setda Provinsi Jawa Barat.

Di awal tahun 2005, saya resmi mendapatkan SK Gubernur sebagai anggota tim konseptor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Mulai dari tahun inilah, saya menggeluti tugas sebagai seorang konseptor sampai saat ini. Kendati mulai tahun 2006, tugas-tugas ini dilakukan tanpa SK (freelance).

Apa yang dituangkan dalam buku ini ? secara sederhana, isi buku ini adalah pengalaman diri, dan rekonstruksi pengetahuan, pengalaman dan hasil bacaan yang terkait dengan posisi kita sebagai seorang penulis sambutan. Buku ini memang berkait dengan masalah teknik menyusun sambutan, khususnya sambutan untuk seorang pejabat. Oleh karena itu, bagi mereka yang berhasrat untuk menjadi seorang penulis sambutan, konseptor pejabat, asisten pejabat, asisten pribadi pejabat, tim sukses, kontributor ide, dan atau biro umum yang memberikan masukan ide kepada pejabat, buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pengayaan teknis atau cara penyusunannya.

Mengapa buku ini ditulis ? pengalaman penulis pada masa itu, belum ada buku yang dipublikasikan yang khusus membahas cara menulis sambutan untuk orang lain. Buku yang beredar saat itu, lebih banyak menulis cara menyusun sambutan untuk diri sendiri. Padahal profesi saat ini, bukan hanya dirinya yang menjadi orator, namun orang lain yang menjadi orator, sementaranya hanya sebagai konseptor. Dengan alasan seperti itulah, maka buku ini dikhususnya pada mereka yang berhasrat menjadi konseptor seorang pejabat dalam menyusun naskah pidato atau sambutan pejabat negara.

Advertisements