Meratapi kenyataan, adalah kenyataan

yang nyata-nyata dibuat oleh kenyataan

Tak ada yang patut disesali oleh kenyataan, kecuali

kenyataan itu sendiri menjadi nyata mengingkari hukum kenyataan

 


Tak mesti kuhindari kenyataan ini, jika

senyata-nyatanya inilah yang menjadi butir kenyataan

dari buah cinta yang nyata dalam hidup

 

Tuhan

dalam perjalanan, kutemui kerikil besar

namun tertatap dalam mataku kecil dan kian mengecil

hanyalah disaat terkantuk kakiku, memarku menyatakanya

ah..dia memang besar

 

dan juga, kutatapi bumi ini kecil,

namun kutatapi dalam mataku besar dan kian membesar adanya

hanyalah disaat nafsuku terkantuk, nafsu menyatakannya

ahdia memang kecil.

 

 

Tuhan.

kini aku berjalan dalam ketemaraman,

menafaki dunia yang juga kian temaram

tak ada yang memastikan mengenai masa depannya

yang ada adalah kehilangan kesepakatan bersama

untuk kepastian masa depan

 

kami dalam kehilafan

juga keraguan

terhadap diri sendiri

dan kenyataan

kami menjadi buas

dan bias

dalam bisa dan busa kehidupan

 

Semoga Kau mengabulkan apa yang tersirat dalam surat ini. Amin.

 

Bandung, 27 September 2000

Advertisements